Popular Post

Posted by : Unknown Rabu, April 23, 2014



  1. Usiaku kini 23 atau dua puluh empat, tak tau pastinya. Aku suka matematika tapi dalam urusan mengingat tanggal, harga barang, usia, nominal uang di dompet, bagiku tidak ada menarik menariknya. Menurutku hidup ini terlalu berat bagiku, ujian yang ku lalui begitu sangar tapi ku sadari bahwa Allah member piagam kepadaku kalau aku kuat. Ya kan, kan katanya ujian ga akan datang kalo ga sesuai dengan kemampuan kita. So I’m proud of it. J ehehehe.

    Aku terlahir sebagai anak yang serba ingin tahu, ini menurutku. Mulai dari kecil sering mencoba hal baru dan memikirkan hal yang aneh. Dulu, dulu sekali, kelas 3 SD aku membikin kolam ikan didepan rumah, mulai menggali tanah ukuran 1 meter, kedalamanya kira-kira 10 cm, lalu ku balut dengan plastic 1 m lebih, ku paku beberapa sisinya denga kayu. Ku masukan air dalam kolam plastikku bersama ikan-ikan kecil. Nama ikannya ikan cendol kalau dalam bahasa jawa.

    Tidak hanya itu , masih kelas segitu aku juga sering joget-joget diatas pohon jambu sambil menyanyikan lagu jamrud.  Ahahaha. Putriiiiiiiiii. Suka ngobok ngobok telaga.  Juga pernah SKSD dirumah orang kaya yang rumahnya gueeedee banget kayak di tipi tipi. Sama temenku 2 orang, mas eko dan mba tuti. Ternyata rumah segede itu Cuma seorang nenek dan cucu nya yang tinggal disitu. Sontak, aku kasihan. Esok nya ku, mas eko dan mba tuti datang lagi kesana, kami bersihkan rumah 3 lantai itu, mulai dari mengepel, menyapu, bersihin kamar mandi, dll. Akhirnya pas bersihin kamar mandi, kami nyebur di bathtub sama sepuas-puasnya pake shower. Yuhuuuu haha

    Ah masih banyak petualangan kecil ku, seiring waktu umurku bertambah dan kini aku sadar aku tua. Ada fase dimana periangku hilang, keberanianku surut, ketakutanku berselimut, juga hampa.

    Aku dengan diriku yang saat ini ingin kembali ke dahulu, aku berusaha untuk mengembalikan diriku yang periang, suka becanda, suka tertawa. Aku ingin membuat orang-orang bahagia. Di usiaku kini, aku tak ingin terlalu serius menghadapi masalah duniawi. Aku hanya perlu hati-nya anak kecil dalam diriku lagi. Mudah marah, tapi mudah memaafkan. Mudah jatuh, tapi jauh lebih mudah bangkit. Setidaknya anak kecil lebih mulia dari pada orang dewasa yang terlalu memusingkan hal-hal yang tidak penting. Aku memang masih manja, jauuuh dalam diriku aku sangat manja. Meski terlihat tegar bagi sebagian orang. Aku sangat ingin ditemani, jaaauuh dalam diriku aku butuh teman, meski terlihat kemana-mana apapun yang kulakukan selalu dengan keputusan sendiri.

    Aku ingin tertawa lepas, menghilangkan dendam dan benci dalam diri sekecil apapun nodanya. Disisah umurku yang takkan pernah ku tau berapa sisahnya, aku ingin ibu tidak terlalu pusing memikirkanku yang sudah tua ini. Tenanglah bu, dewi masih kecil. Tak perlu khawatir, dewi masih dewi yang dulu yang apa-apa selalu minta ijin ibu. 1 hal, siapa nanti yang menjadi suamiku ? jangankan memikirkannya, menanyakan dalam hati pertanyaan itu horror rasanya. Terlalu ganjen. Syabab kah ? mugi mugi ya Allah. haha

    Akulah jiwa kecil, yang mudah dibimbing.

     

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Embun Josetenant - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -